Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Konresa adalah organisasi yang bergerak di bidang Pusat Informasi & Konseling Remaja, yang berkaitan erat dengan TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (Seksualitas(IMS),NAPZA, HIV/AIDS)Life skill, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Kesabaran bergulat dengan kesedihan
Banyak sekali hal yang bernilai mutlak untuk dijalani dalam hidup ini , seperti kelahiran, kematian,. Begitu juga masalah. Tidak seorang pun dalam hidup ini yang belum pernah mengalami suatu masalah . setiap manusia pasti akan dihadapkan dengan batu-batu tajam di diantara garis-garis lurus yang senantiasa dilewatinya . pasti di setiap langkah kita akan selalu ada langlangan ilanglang yang selalu menghadang. seperti halnya perjalanan induk angsa untuk melindungi deretan angsa-angsa kecil di belakangnya, banyak sekali rintangan yang menghadang. untuk mencapai kebahagiaan yang hampir sempurna manusia pun perlu mengalami tahapan-tahapan yang tidak sepenuhnya membahagiakan. Itulah yang sering kita sebut dengan masalah.
Ada dua hal pilihan kita dalam menghadapi masalaah, berpikiran positif dan negatif. Itu adalah kebebasan kita , hak kita dalam mengambil keputusan. Jika kita menghadapi masalah dengan pikiran negatif , prosentase terbesar yang akan terjadi dalam realita adalah keadaan akan semakin buruk. Contoh ketika kita mengalami penolakan ketika kita melamar sebuah pekerjaan, jika kita menanggapinya dengan cara merendahkan diri, membodoh-bodohkan diri sendiri, Perasaan tersebut akan menambah kacau pikiran kita .
Ada dua hal pilihan kita dalam menghadapi masalaah, berpikiran positif dan negatif. Itu adalah kebebasan kita , hak kita dalam mengambil keputusan. Jika kita menghadapi masalah dengan pikiran negatif , prosentase terbesar yang akan terjadi dalam realita adalah keadaan akan semakin buruk. Contoh ketika kita mengalami penolakan ketika kita melamar sebuah pekerjaan, jika kita menanggapinya dengan cara merendahkan diri, membodoh-bodohkan diri sendiri, Perasaan tersebut akan menambah kacau pikiran kita .
Kisah Bunga Mawar ( apik iki rek )
Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.
Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.
Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Tuhan yang menitipkannya kepada kita untuk dirawat. Tuhan lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.
Masalah adalah Hadiah
Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yg berkaitan uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, andatidak akan menjadi seseorang yang sejati.
http://www.emotivasi.com
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Masalah Adalah Hadiah.
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, andatidak akan menjadi seseorang yang sejati.
http://www.emotivasi.com
This is the beginning
“MARI BELAJAR BERSAMA DALAM MENGHADAPI MASALAH”
Dalam kehidupan pasti ada masa-masa berat , masa-masa yang begitu membuat hati kita merasa terkucil, terpencil dari peredaran kebahagiaan. Entah kita sedang ditempa musibah, entah menghadapi masalah yang pelik dan tentu saja banyak sekali faktor-faktor yang dapat membuat manusia itu merasa ada di roda bawah. Keadaan seperti ini sangat wajar sekali dialami oleh manusia, jadi jangan pernah berpikir bahwa hanya anda saja yang mengalaminya.
Sebenarnya saat inilah, saat dimana kita mendapat masalah adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan petualangan dalam mengenal diri kita, seberapa kuat kita menghadapi gempuran-gempuran dari luar maupun dalam, Seberapa pintar kita dalam menyelesaikan masalah , atau seberapa lihai kita dalam memecahkan masalah. Di masa-masa ini kita begitu diuji dalam mengendalikan emosi dan menyelesaikan pertentangan batin dengan pikiran yang jernih. Namun pada kenyataan justru di saat ini kita begitu terpaku pada kesalahan diri dan cenderung merasa putus asa atas apa yang telah terjadi. Sebenarnya itu semua takkan terjadi jika kita bersikap tenang dan berusaha langsung menuju pada inti pemasalahannya. Setelah kita berhasil menelaah penyebab inti permasalahan , coba bersikap tenang dan secara perlahan berusaha mencari jalan keluar yang tepat.
Dalam kehidupan pasti ada masa-masa berat , masa-masa yang begitu membuat hati kita merasa terkucil, terpencil dari peredaran kebahagiaan. Entah kita sedang ditempa musibah, entah menghadapi masalah yang pelik dan tentu saja banyak sekali faktor-faktor yang dapat membuat manusia itu merasa ada di roda bawah. Keadaan seperti ini sangat wajar sekali dialami oleh manusia, jadi jangan pernah berpikir bahwa hanya anda saja yang mengalaminya.
Sebenarnya saat inilah, saat dimana kita mendapat masalah adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan petualangan dalam mengenal diri kita, seberapa kuat kita menghadapi gempuran-gempuran dari luar maupun dalam, Seberapa pintar kita dalam menyelesaikan masalah , atau seberapa lihai kita dalam memecahkan masalah. Di masa-masa ini kita begitu diuji dalam mengendalikan emosi dan menyelesaikan pertentangan batin dengan pikiran yang jernih. Namun pada kenyataan justru di saat ini kita begitu terpaku pada kesalahan diri dan cenderung merasa putus asa atas apa yang telah terjadi. Sebenarnya itu semua takkan terjadi jika kita bersikap tenang dan berusaha langsung menuju pada inti pemasalahannya. Setelah kita berhasil menelaah penyebab inti permasalahan , coba bersikap tenang dan secara perlahan berusaha mencari jalan keluar yang tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)
